Getah kamboja mengempeskan bengkak

Ingat kamboja ,ingat kuburan,tanaman luar negeri ini dulu di masukkan ke indonesia sebagai penghias dan peneduh kompleks candi budha dan Hindu darma.
Tapi kemudian meneduhkan makam orang kristen dan islam juga
Namun teryata ia berkhasiat sebagai obat juga.
jalanpisang.com

Di tanam di perkuburan orang kristen zaman Belanda dahulu ia terkenal sebagai kerkhofbloem
Tetapi kita tidak mengalih aksarakanya sebagai bunga kerkop,melainkan bunga kamboja.
Sama sekali tidak ada hubunganya dengan negeri Kamboja.ia malah berasal dari Amerika Tengah dan sampai sekarang masih dapat tumbuh liar,mulai dari Meksiko sampai Ekuador.
Ia berupa pohon kecil yang bengkok batangnya,paling tinggi 5 sampai 6 m.
Dulu ia di sebut Plumeria acutifolia,tapi kini beredar dengan nama Plumera acuminta.
Bunga seperti terompet berbau harum,seperti bau parfum buatan Fraginapani dari italia abad ke 12 dulu,sampai tanaman itu di Eropa terkenal sebagai The frangipani,sampai sekarang.
Warna bunga putih kekuningan,tapi bagian luarnya agak merah mudah,sedang bagian dalamnya kuning.karena kelembutan warna dan baunya itulah,ia banyak di pakai sebagai penghias Mahkota wanita di atas telinga,di kalangan para Gadis bali.
Pada musim kemarau daunya luruh,sehingga tampak bunga-bunga yang muncul di ujung tangkai tampak bukan main indahnya.
Tetapi para peracik jamu tidak hanya tertarik oleh bunga ini,melainkan oleh Getahnya juga,yang berkhasiat obat.
Yang kita gunakan sebagai obat apanya?
Batang Kamboja mudah mengeluarkan getah,kalau di petik atau di colek dengan kuku tangan.
Warnaya putih susu seperti getah karet,ia mengandung lupeol,sejenis triterpena yang membuat getah itu menjadi visceus (kental tapi tidak encer).
Kalau di oleskan pada kulit yang Bengkak,ia mampu mengontraksikan kulit,tanpa menimbulkan sakit.dan tidak langsung merusak ujung saraf,jadi tidak terasa.
Sifat ini kemudian di manfaatkan oleh para dukun jamu nenek moyang kita,untukmematangkan bisul dan memencet keluar duri,serpihan benda tajam,atau pecahan gelas halus yang tertancap di kulit.
Kalau Bisul itu di sentuh/di pencet jelas bukan main sakitnya.tetapi kalau di oleskan Getah Kamboja.yang punya Bisul tidak meringis.
Bendah yang cukup besar ,cukup mudah di cabut dan tak ada masalah.Tapi kadang-kadang yang menyusup itu ke kulit kaki atau tangan biasanya begitu lembut,sampai tidak mungkin bisa di cabut.
Biasanya kita cungkil pakai jarum,kalau di cungkil memang berhasil tapi kulitnya juga terkoyak atau robek dan rusak. lalu meradang karena infeksi.
Terhadap duri lembut inilah,getah kamboja bisa menolong untuk mengobati.
Caranya bagaimana
Getah yang sudah di oleskan itu,ketika hendak mengering akan menjadi lebih lekat dan menyusut,sampai menyusutkan pula kulit yang di tempelinya.
Akibatnya duri dan benda tajam yang tadinya tak terlihat di dalam kulit,atau bisul yang di tunggu meletus,itu seolah-olah di peras keluar.dan diam-diam tidak menggangu lagi.
Cara penggunaanya memang di oleskan saja,tetapi kemampuannya hanya terjadi sewaktu getah itu dalam proses mengering,dan tidak akan berkhasiat lagi kalau sudah kering.
maka mengoleskanya harus sewaktu getah masih segar,dan masih besar daya susutnya.
Bagaimana praktek langsung??????
Kalau pohonya tumbuh di halaman rumah kita sendiri yang dekat dengan penderita bisul, atau pasien yang tertusuk duri,penderitanya memang gampang di bawah ke dekat pohon,lalu di oleskan getah segar yang keluar dari batang Kamboja.tetapi kalau pohonya tumbuh di kuburan heheheehh
atau taman kota,agak mengejutkan kalau pasien di bawa langsung ke sana.
Apa boleh buat,terpakasa kita potong cabangnya yang paling dekat dengan tanah.
supaya getah tetap segar jika ingin di olekan di pasien.
Inilah yang di oleskan pada kulit bengkak yang sedang menderita ke tusuk duri,tetapi harus tetap di jaga agar getah ini tidak sampai masuk ke mulut atau menetes ke mata,karena dapat merontokkan gigi dan membuatakan mata.
Kesimpulan
Gunakanlah dengan semestinya dan secukupnya,bila perlu untuk yang lebih baik usahakan tetap menggunakan dengan septi tanpa ada kotoran /kuman lain yang menempel pada luka yang ingin di obati.sehingga terhindar dari hal yang tidak di inginkan.
 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel