Tidak pemarah

Sebagai manusia yang di lengkapi dengan nafsu (emosi) Nabi bukan tidak pernah marah.Aisyah r.a Ummul Mukminin bercerita ;"Pernah seorang laki-laki berdusta di samping Beliau,pada waktu itu sangat kentara perubahaan wajah (marah) Rasulullah.
Tiada sikap yang menyebabkan Beliau sangat marah melebihi dusta,dan beliau baru tidak marah lagi setelah di ketahuinya laki-laki itu bertobat.
jalanpisang.com

1. Meskipun demikian Beliau bukan seorang pemarah
Beliau marah jika seorang berdusta,sebab dusta merupakan ibu segala dosa.tetapi beliau pandai mengendalikan diri,sehingga bila orang berdusta telah bertobat,beliau tidak marah lagi.
Andaikata Beliau seorang pemarah besar kemungkinan beliau telah di serang sakit darah tinggi.sejak mulai mengembangkan agama dari kota mekkah.sebab ummat yang beliau hadapi bukan main bandel,dan sangat brutal.di tuduhnya Nabi tukang sihir,kemudian di maki-makinya dengan sebutan orang gila.kemudian di sungkup dengan kulit onta yang sudah busuk selagi beliau mengerjakan shalat di samping Ka'bah,dan lihat pula betapa hebat derita yang beliau hadapi ketika mengunjungi thaif,berlumuran darah sekujur tubuhnya,gigi dan kening beliau luka parah karena lemparan batu.
Dan ketika Beliau mulai membangun di kota madinah,ada pengikut beliau yang seenaknya saja masuk mesjid,sambil menunggang onta,adapula yang begitu masuk ke dalam mesjid lantas kencing di pojok.adapula yang setelah mendapat banyak hadiah dari beliau lantas meminta dan meminta lagi.
Bahkan sambil meminta,merenggut leher baju Nabi secara kasar.
Di ceritakan peristiwa ini terjadi sebelum beliau menjadi Rasul,seorang pemuda berjanji akan menemui beliau pada suatu tempat.
"Tunggulah besok di sini,saya pasti datang kemari!kata pemudah itu.
Saya tunggu kedatanganmu'Balas Rasulullah.
Besok Rasulullah datang ke tempat itu dan menunggu sampai senja,tapi pemuda itu tak kunjung datang.pada hari kedua dan ketiga,Rasulullah juga datang ke tempat itu,namun pemuda itu tak datang juga.Baru pada sore hari ketiga,pemuda yang berjanji tadi tiba.ia sangat ketakutan dan berkata,'Maafkan aku,aku telah lupa kepada janjiku!!'
Dan Rasulullah tidak memaki,tidak menuding dan tidak membentak,Beliau hanya berkat lembut,Sampai hati engkau menyusahkan hatiku,sudah tiga hari aku menunggu kedatanganmu di sini.
Sekali peristiwa,seorang yahudi datang menagih piutang dengan cara kasar.yahudi itu berkata ; Hei cucu ABDUL Muthalib!kau sungguh-sungguh kurang ajar..
Melihat sikap sangat kasar itu Umar Bin Khathab menghunus pedangnya,ingin memenggal laki-laki tidak sopan itu,tetapi Nabi tetap bersikap tenang.Dan kepada Umar yang mudah naik pitam itu Beliau berkata ; 'Saya dan Yahudi itu lebih berhak menyelesaikan persoalan ini.Sewajarnya,anda suruh ia menagih piutang secara sopan dan aku dan anda pula agar membayar hutang secara baik.
Seorang badui suatu hari masuk mesjid bersama ontanya dan dari atas punggung onta itu berseru,"He siapa di antara kalian yang bernama Muhammad Bin Abdullah???? orang banyak menahan nafas,dan Umar Bin khathab telah naik hitam pula.andaikata Nabi memberikan isyarat sedikit saja.pastilah Umar akan membereskan Badui itu dengan pedangnya.Namun wajah Nabi tidak merah,kupingnya pun tidak merah,dan dengan penuh kemarahan beliau menjawab "Saya saudaraku,Sayalah yang bernama Muhammad bin Abdullah.
Sikap ramah ini di perlihatkan Nabi di mana-mana.di mesjid di pasar,di rumah,dan di mana saja.istrinya tak pernah di bentaknya,anak-anak tak pernah di pukulnya,bahkan seekor kucingnya pun tak pernah merasai bekas tanganya.
Ketika ia bersujud di waktu shalat,kedua cucunya Hasan dan Husain,naik ke atas punggunya.beliau memperlama sujudnya,dan setelah cucunya turun dari punggungnya baru ia duduk atau terus berdiri.
Kemudian setelah shalat selesai,kedua cucu itu di pangku dan di ciumnya.
Tidak pula beliau marah,ketika sedang membaca khotbah,tiba-tiba cucunya masuk ke dalam mesjid,dan duduk di saf pertama,memperhatikan khotbahnya.
hal itu berkat latihan yang di alaminya ketika menjadi gembala kambing pada masa remaja.alangkah sulit mengembala kambing.bila di tarik ke kanan dia ke kiri,di bawa ke kiri dia ke kanan.Namun tidak juga ada kambing gembalanya yang kena pukul dan kulitnya rusak karena rotan.
Suatu perutusan dari perkampungan Bani nadhir,pada suatu hari datang menemui Nabi.setelah menceritakan bagaiman sulitnya perjalanan,sedangkan perkampungan mereka teramat jauh,mereka meminta nasehat pendek yang mudah di ingat dan mudah pula di sampaikan kepada penduduk yang mengutus mereka.
Berikanlah kepada kami nasehat sangat pendek,Rasulullah,tetapi dengan melaksanakan nasehat pendek itu kami ingin masuk syurga dan terlepas dari siksaan neraka! kata kepala perutusan itu.
  • Nabi memberikan Nasehat pendek
  • Jangan pemarah!!
  • Ulangi nasehatmu,Rasulullah!!
  • jangan pemarah!! kata Nabi
  • Sekali lagi wahai Rasulullah
  • Jangan pemarah,kalau engkau tidak pemarah,niscaya engkau terlrpas dari siksa neraka dan dapat masuk syurga...
2. Siapa tidak pemarah tentram hatinya
Maka dalam pergaulan sehari-hari,ia memperoleh beberapa keuntungan.karena hatinya tenteram,tidurnya nyenyak dan makanya enak sehungga pekerjaanya berjalan lancar,dan karena wajahnya simpatik,kehadiranya memikat dan perkataanya tidak membosankan sehingga penggemarnya cepat berkembang.
Tetapi siapa pemarah hatinya gelisah dan wajahnya cemberut,dan perkataanya simpatik,hati gelisah membuat dirinya tidak senang diam dan wajah cemberut,membuat potonganya bertambah buruk,dan sesungguhnya,di seluruh dunia.tidak seorangmanusia pun akan terbuka hatinya setelah melihat wajah cemberut.
jagankan anak-anak atau manusia  biasa,sedangkan seekor hewan lagi tak suka di marahi.hehehe!!
sikap pemarah tidak memperbesar atau menaikkan .tapi memperkecil bahkan menjatuhkan wibawa,tidak seorang muridpun di seluruh dunia senang berhadapan dengan guru pemarah.tidak seorang anak suka bergaul dengan ibu dan ayah pemarah.juga tidak seorang suami istri akan merasa tenang,bila salah seorang atau keduaya sama-sama pemarah.dan alangkah anehnya,orang-orang pemarah pun,malahan juga tidak senang berhadapan denga ornag yang memiliki karakter sama.
para ahli kesehatan telah mencatat hampir 60% dari penderita sakit jiwa,tbc dan darah tinggi,berasal dari orang-orang yang mudah tersinggung (pemarah).
dan ketiga penyakit di atas hanya dapat di sembuhkan bila si penderita bersedia memperbaiki karakternya.hanya ada tiga keuntungan yang bisa di petik dari sikap marah kata james wilson,pertama hati menjadi kecil,kedua teman semakin menyusut dan ketiga musuh bertambah banyak.
sebab itu Nasehat pendek yang di sampaikan Nabi kepada perutusan Nabi nadhir di atas sungguh-sungguh pantas di jadikan pegangan.siapa tidak pemarah,bukan hanya terlepas dari neraka dan masuk ke dalam syurga,tetapi juga terhindar dari gangguan berbagai penyakit,maka jasmani rohani akan senatiasa dalam kedaan sehat.
Di atas meja terhidang nasi putih hangat,berdampingan dengan sporsi goreng ayam dan sayur bayam yang segar.dan perut anda lapar sekali,namun sesaat sebelum makan,anda menghadapi sesuatu yang menjengkelkan sehingga marah pada istri,atau anak.cobalah makan sekarang!!Nasi terasa pahit,air terasa duri dan goreng ayam dan sayur bayam tidak lagi,punya daya tarik sama sekali.sebab nikmatnya makan bukantergantung kepada apa yang di maka tetapi kepada perasaan yang memakanya.
Sebab itu siapa yang ingin sehat hendaklah meneladani sikap Nabi,jangan pemarah,dan jika rasa marah tumbuh,segeralah berusaha mengendalikan diri.
Ditunjukkan pula oleh Nabi beberapa ikhtiar,untuk melenyapkan sikap pemarah itu,pertama berdo'a kepada Tuhan,kedua berwudhu,ketiga mengerjakan shalat dua rakaat.semoga hal ini berguna bagi kita yang suka,marah di luar kendali,sehingga bisa menjadi koreksi ,hal apa yang membuat kita menjadi mudah bersikap emosi,sehingga bisa di reda walaupun dengan perlahan.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel