Bagaimanakah Kalau Anda Tak Dapat Mengatakan Sepatah Katapun

jalanpisang.com-Kalau anda karena tidak bisa memikirkan apa yang harus anda katakan,sepatah katapun sulit anda katakan,lalu kehilangan kesempatan untuk berkenalan dengan seorang pria,itulah sudah waktunya anda harus mengoreksi diri sendiri.
Sebetulnya memulai pembicaraan itu mudah sekali,tapi kebanyakan kesalahan besar yang di perbuat wanita adalah selalu ingin menunjukkan kepandaian dirinya.
Itu tidak perlu,anda hanya memohon agar pria itu berbicara,setelah itu,banyak sekali yang bisa kalian bicarakan.
Suatu hari,aku dapat mendengar sebuah pembicaraan antara seorang wanita dan seorang pria di jalan ,biasa keepo sedikit,,,,,ehehheh
Aku rasa hal ini patut di pelajari,seorang wanita berwajah biasa,(tidak cantik) berdiri di samping pria yang tampan,si pria sedang mengamat-amati pakaian pria di etalase toko di sebuah sudut jalan itu,dan sama sekali tidak memperhatikan si wanita.
Ketika si pria akan meninggalkan tempat itu,dengan senyum yang manis si wanita itu menyapa si pria,seakan-akan pria itu adalah kawan lamanya,tapi feelingku memberitahukan aku bahwa mereka berdua sebenarnya belum saling mengenal.maka aku coba dengarkan pembicaraan mereka dengan selanjutnya dengan seksama dan dengan sesingkat-singkatnya,,,dengan  penuh perhatian :
jalanpisang.com

  • Wanita ; Hai,bukankah anda kuliah di Universitas UI?
  • Pria      ; Bukan ,dahulu aku mengikuti kuliah di sebuah Universitas swasta,anda pasti keliru
  • Wanita ; Mana bisa,aku seperti pernah berjumpa dengan anda,anda bekerja di mana?
  • Pria      ; Aku bekerja di perusahaan Marketing
  • Wanita ; kalau begitu aku keliru,aku bekerja di sebuah perusahaan film.aku pasti pernah berjumpa dengan anda di sana.Siapakah nama anda?
  • Pria      ; Baim
  • Wanita ; Baim,? Aneh aku belum pernah mendegarnya,namaku Sandra,pernahkah anda mendegarnya?
  • Pria      ; Sandra? belum pernah ku dengar?
  • Wanita ; Oh,Tuhan!! Mungkin aku memang tidak mengenal anda,maafkan aku!!
  • Pria      ; Mengapa minta maaf??
  • Wanita : Maksudku,Belum pernah aku begitu saja mendahului mengajak berbicara dengan orang pria yang tidak ku kenal.aku berani bersumpah bahwa kita pasti pernah berjumpa.Bagaimana pun juga,aku senang sekali dapat berkenalan dengan anda.
  • pria      ; Aku juga sangat senang dapat berkenalan dengan anda,anda bekerja di bagian apa??
  • Wanita ; Aku adalah asisten Direksi di sebuah perusahaan film dan anda?
  • Pria      ; Aku seorang ahli bidang Komputer
  • Wanita ; Wah,hebat sekali.aku tidak mengerti sedikitpun tentang komputer
  • Pria      ; Sebenarnya ini mudah sekali,tapi biasanya,sebelum masuk kantor aku minum kopi di seberang jalan ini,apakah anda berkenan pergi bersamaku ke sana??
  • Wanita ; Baiklah aku setuju......
Lihatlah apa yang di ucapkan wanita itu,tak ada keistimewaanya,orang juga tak mengatakan bahwa dia bodoh,atau tidak benar.
Dia tidak canggung,juga tidak terlalu berani.Apakah yang di lakukanya adalah mendahului mengajak berbicara,dengan demikian perkembangan selanjutnya tentu bisa berjalan dengan lancar.
Pertama Berbicara Tentang Apa???
Soalnya,tujuan berbicara itu adalah mengenal seorang pria secara lebih mendalam,agar dia merasa lebih gembira dan mengajak anda mengadakan pertemuan denganya,maka anda harus memulai berbicara tentang hal yang menyenangkan.
Mula pertama aku paling suka berbicara tentang pekerjaanya.setiap orang mempunyai pekerjaanya sendiri ( kecuali anda jumpai adalah seorang pengagnggur).kita bisa berbincang-bincang tentang pekerjaan yang di sukainya.
Misalnya kalau dia seorang akuntan perusahaan asuransi,anda boleh bertanya tentang asuransi,bagaimana cara menentukan uang ganti rugi,apakah ada banyak orang berusaha untuk melakukan penipuan terhadap perusahaan asuransi dan sebagainya.
Dia pasti mau memberitahu lebih banyak tentang hal-hal yang di luar pikiran kepada anda,dan kemudian diapun akan terheran-heran mengapa dirinya bisa bercakap-cakap demikian lancarnya dengan seorang wanita yang sama sekali belum di kenalnya. 

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel