Orang Pertama Yang Jadi Relawan Uji Coba Vaksin Corona

orang pertama yang melakukan uji coba vaksin corona covid-19,sebenarnya melibatkan sekitar 45 orang yang di uji coba di semua  pusat penelitian di Amerika Serikat seattle.
jalanpisang.com

salah satunya wanita yang bernama Jennifer Haller,seorang manajer di perusahaan teknologi,dan sebagai ibu rumah tangga dengan 2 orang anak,yang menjadi relawan pertama yang di suntikan vaksin corona ke tubuhnya,untuk di teliti.

keikutsertaanya dalam uji coba memberi harapan.
ia di suntikkan vaksin corona yang belum pernah di coba ke manusia.

Dalam wawancara Jennifer Haller,Semua orang terlihat tidak memiliki harapan saat ini,dan saya menyadari ,ada cara untuk membantu,maka dari itu saya sangat senang bisa berada di sini.saya sangat senang bisa membantu orang banyak,dan saya adalah orang  yang pertama,itu memberikan saya semangat yang lebih.bahkan anak2 saya mengatakan kalau saya adalah Ibu yang Keren,karna saya mengikuti uji Coba ini.dan saya sangat berharap bisa menemukan vaksin yang benar-benar Ampuh secepatnya.sehingga kita bisa menyelamatkan banyak nyawa manusia,agar masyarakat bisa hidup normal seperti sedia kala.

namun masih di perlukan waktu sekitar beberapa bulan untuk pengujian setelah vaksin tersebut di suntikkan, karena harus melewati beberapa pengecekan,atau tes lab,agar vaksin betul-betul bisa di gunakan sebagai obat penangkal corona.

terlebih untuk saat ini,virus corona sudah menyebar hampir ke semua negara,yang membuat para masyarakat dunia ,takut akan virus tersebut.
vaksin tersebut di buat hanya sekitar beberapa bulan,akibat wabah virus corona,yang berawal dari  Tiongkok,dan menyerang  ke seluruh dunia.

Vaksin  corona tersebut tidak di buat dari virus atau bagian dari virus,vaksin ini termasuk kode genetik yang mengintruksikan sel dalam tubuh menjadi protein.
di harapkan protein tersebut dapat bekerja dengan cepat dan membangun kekebalan tubuh manusia jika terinveksi virus Corona.

beberapa relawan mengatakan dengan adanya uji coba tersebut,saya berharap hal tersebut bisa berhasil,dan vaksin dapat di gunakan publik secara luas dan tersedia untuk semua orang.

Dari Institute Kesehatan Nasional Amerika Serikat Anthony Fauci mengatakan dalam kompersi persnya,meski uji coba vaksin ini menjadi hal tercepat yang pernah kami lakukan,vaksin ini mungkin tidak bisa di gunakan untuk menanggulangi pidemi ini.kita harus menunggu sekitar 1 tahun hingga 18 bulan ,kita tidak bisa mengandalkan vaksin ini dalam hitungan bulan atau setahun ke depanya,namun jika virus ini tetap menyebar dari tahun ke tahun,kami berharap kami sudah memiliki vaksinya.

jadi kita doakan saja walaupun ,penelitian ini perlu waktu yang cukup panjang,namun tingkat keberhasilanya jelas sangat di tunggu,terlebih saat ini semua masyarakat ,merasa panik dengan wabah virus corona covid 19 tersebut,yang membuat kita takut akan beraktivitas,melakukan pekerjaan di luar rumah,dan lain sebagainya
dengan doa agar hal tersebut  bisa normal dan membuat masyarakat bisa menjalankan aktivitasnya seperti biasa..amin.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel